ILMU BUDAYA DASAR
MUHAMMAD RIDWAN
37414496
TEKNIK INDUSTRI
DAFTAR
ISI ..
A.
PENGERTIAN MANUSIA ...
B.
HAKEKAT MANUSIA ...
C.
KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR ...
D.
PENGERTIAAN KEBUDAYAAN ...
E.
UNSUR –UNSUR KEBUDAYAAN ...
F.
WUJUD KEBUDAYAAN ...
G.
ORIENTASI NILAI BUDAYA ...
H.
KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN ...
I.
DAFTAR PUSTAKA ...
J.
PENGALAMAN ...
Manusia dan Kebudayaan
A. MANUSIA
Manusia adalah ciptaan tuhan yang paling sempurna,memiliki akal,nafsu
jasad,dan rohani,manusia memiliki peranan unik di dunia, tanpa ada nya manusia
maka tidak aka ada kebudayaan. Dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu
eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan dari partikel-partikel atom yang
membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia),
manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait satu
sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan
makhluk biologis yang tergolong dalam mahluk mamalia (biologi). Dalam ilmu-ilmu
social manusia merupakan mahluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu
memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi),
manusia mrupakan mahluk social yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologis),
mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), mahluk yang berbudaya,
sering disebut homo-humanus (filsafat), manusia merupakan mahluk dua dimensi
yaitu disatu sisi manusia membutuhkan kehidupan duniawi dan disisi lain manusia
membutuhkan kehidupan akhrawi, dan lain sebagainya.
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang
unsure-unsur yang membangun manusia.
1. Manusia itu terdiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu
a. Jasad, yaitu : badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba
dan difoto, dan memenpati ruang dan waktu.
b. Hayat, yaitu : mangandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
c. Ruh, yaitu : bimbingan dan pimpinan Tuhan dan yang bekerja secara spiritual
dan memahami nkebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang
menjadi pusat lahirnya kebudayaan
d. Nafsu, dalam penegrtian diri dan keakuan, yaitu kesadaran tentang diri
sendiri.
2. Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu:
a. Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling
tidak nampak. Id merupakan ibido murni, atau energi psikis yang menunjukan
cirri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara ingstingstual
menentuk proses-proses ketidaksadaran (unconscious)
b. Ego, merupakan bagian dari struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan
dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena perannya
dalam menghubungkan energi Id kedalam saluran social yang dapat dimengerti oleh
orang lain.
c. Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira
pada usia lima tahun. Disbanding dengan Id dan ego yang berkembang secara
internal dalam diri indivdu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi
superego merupakan kesatuan-kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh
ego dari sejumlah agen yang mempunay otoritas didalm lingkungan luar diri,
biasanya mrupak asimilasi dari padangan-pandangan orang tua.
B. HAKEKAT MANUSIA
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan
yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa wujudnya konkrit tetapi
tidak abadi. Jika manusia itu meninggal, tubuhnya hancur dan lenyap. Jiwa
terdapat di dalam tubuh, tidak dapat dilihat, tidak dapat diraba, sifatnya
abstrak tetapi abadi. Jika manusia meninggal, jiwa lepas sari tubuh dan kembali
ke asalnya yaitu Tuhan, dan jiwa tidak mngalami kehancuran. Jiwa adalah roh
didalam tubuh sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b. Mahluk ciptaan tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk
lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi
oleh penciptana dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa
manusia. Dengan akal manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
Adanya nialai baik dan buruk, mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan,
menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran,, keindahan, kbaikan dan sebaliknya.
Selanjutnya dengan adanya perasaan, manusia mampu menciptakan manusia. Daya
rasa (perasaan) dalam diri manusia ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan
perasaan rahani. Perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui panca
indera, tingkatnya tingkatnya rendah dan terdapat pada manusiatau binatang.
Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapt pada manusia ,
misalnya:
• Perasaan intelekyual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengtahuan.
• Perasaan eatetis, yaitu perasan yang berkenaan dengan keindahan
• Perasaan etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan
• Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenaan harga diri karena ada kelebihan
dari yang lain
• Perasaan social, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau
hidup bermasayarakat.
• Perasaan religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama dan
kepercayaan.
c. Mahluk biokultural, mahluk hayati yang budayawi
Sebagai mahluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anataomi,
fisiologi atau fal, biokimia, psikobiologi, patologi, genetika, biodemografi,
evolusi biologisnyadan sebagainya. Sebagai mahluk budayawi manusia dapat
dipelajari dari segi-segi : kemasayarakatan , kekerabatan , psikologi social,
kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dan sebagainya.
d. Mahluk ciiptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai
kualitas dan martabat kerena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren Kienkegaard seorang filsuf denmark pelopor ajaran “eksistensialisme”
mamandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah mahluk lamiah yang
terikat dengan lingkunganna(ekologi), memiliki sifat-sifat alamiah dan tunduk
pada hokum alamiah pula.
C. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Francis L. K Hsu, sarjana amerika ketiruna cina ang mengkombinasikan dalam
dirinya keahliandi dalam ilmu antropologi, ilmu psikologi, ilmu filsafat dan
kesusastraan . ilmu psokologi memang berasal dan timbul dalam masayarakat barat
dimana konsep individu mengambil tempat ayang sangat penting , biasnya
mennganalisa jiwa manusia dengan terlampau banyak menekan kepada pembatasan
konsep sebagai kesatuan analisis tersendiri
Berikut bagan psiko sosiogram
• 7. tak sadar
• 6. subsadar
• 5. kesadaran yang tak dinyataka
• 4. kesadaran yang dinyatakan
• 3. lingkungan hubungan karib
• 2. lingkungan hubungan berguna
• 1. lingkungan hubungan jauh
• 0. dunia luar
D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Dua oaring antropolog terkemuka yaitu Mleville J. Herkovits dan Broinslaw
Malinowski mengemukakan bahwa cultural Determism berarti segala sesuatu yang
terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dmiliki
masayarakat itu. Herkovits mamandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
superorganic, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi
hidup terus.
Kebudayaan jika dikaji dari asal kata atau sansekerta beasal dari kata budhayah
yang berarti budi atau akal . Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata
colore ang berarti mengolah tanah, secara umum kebudaaan adalah segala sesuatu
yang dihasillkan oleh akal budi (pikiran) manusia dngan tujuan untuk mengolah
tanah atau tempat tinggalnya: atau dapat pula diartikan segala usaha manusia
untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannyya.
Budaya dapat pula diartikan sebagai himpunan pengalaman yang dipelajari ,
mengacu pada pola-pola perilaku yang ditilarkan secara social tertentu(Keesing
jilid I, 1989; hal 68)
Seorang antropolog yaitu E. B. Taylor (1871) mendefinisikan kebudayaan sebagai
berikut :
Kebudayaan adlah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hokum adapt istiadat dan kmampuan-kemampuan lain serta
kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan ileh manusia sebagai anggota masayarakat.
Selo Sumarjan dan Soeleman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil
karya , rasa dan cipta masyarakat.
Sultan takdir Alisyahbana , kebudaaan adalah manifestasi dari cara berpikir
Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan antara lain brati keseluruhan
gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya dengan blajar besrta
keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
A.L Krober dan C.Kluckon mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau
penjelmaan kjerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
C.A. Van Perusen mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai
manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang,
berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja di tengah
alam, melainkan selalu mengubah alam.
Kreober dan Klukhon mendefinisikan kebudayaan terdiri atas berbagai pola,
bertingkah laku mantap, pikiran, prasan dan reaksi ang diperoleh dan terutama
diturunkan oleh symbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri
dari klompok-kelompok manusia , temasuk di dalamnya perwujudan benda-benda
meteri, pusat esensi kebudaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham,
dan teutama keterikatan tehadap nilai-nilai.
Secara praktis bahwa klebudayaan merupakan system nilai dan gagasan
utama(Viatal)
E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
C. Kluckhon didalam karyana berjudul Universal Categoris of Culture
mengemukakan bahwa ada tujuh unsure kebudayaan universal, yaitu
1. Sistem religi (system kepercayaan)
Merupakan prodek manusia sebagai homo religious. Manusia yang memiliki
kecerdasan pikiran dan perasaan luhur, tanggap bahwa diatas kekuatan dirinya
terdapat kekuatan lain yang Maha besar. Karena itu manusia takut, sehingga
menyembahnya dan lahirlah keepercayaan yang sekarang menjadi agama.
2. SIstem organisasi kemasayarakatan
Merupakan produk manusia sebagai homo socius.
3. Sistem pengetahuan
Merupakan produk manussia sebagai homo sapiens
4. system mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi.
Merupakan produk manusia sebagai homo economicus menjadi tingkat kehidupan
manusia secara umum terus meningkat.
5 Sistem tehnologi dan peralatan .
Merupakan produk manusia sebagai homo faber
6. Bahasa
Merupakan produk manusia sebagai homo langues
7. Kesenian
Merupakan produk manusia sebagai homo aesteticus
Masalah lain yang juga penting tentang kebudayaan adalah wujudnya. Pendapat
umum mrngatakan bahwa kebudayaan dapat dibedakan dalam dua bentuk wujudnya .
1. kebudayaan bendaniah (material) denag cirri dapat dirasa saja.
2. kebudayaan rihaniah (spiritual) dengan cirri dapat dirasa saja.
F. WUJUD KEBUDAYAAN
Menurut dimesi wujudnya, kebudayan mempunya tiga wujud yaitu
1. Kompleks gagasan, konsep, dn pikiran manusia
Wujud ini sisebut system budaya,, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat dan
berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan
lain, dalam alam pikiran warga masayarakat dimana kebudaaan bersangkutan hidup.
2. Kompleks aktivitas
Berupa aktivitas manusia yang berinterkasi, bersift konkrit, dapat diamati atau
diobservasi. Wujud ini disebut system social system social ini terdiri dari
aktivitas-aktivitas manusia-manusia yang berinteraksi
3. Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan
peralatan sebagai hasil karya manusia untuk mencapai tujuannya. Aktivitas karya
manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.
Kebudaaan dalam bentuk fisik yang konkrit bias juga disebut kebudaaan fisik,
mulai dari benda yang diam sampai pada benda ang bergerak,
G. ORIENTASI NILAI BUDAYA
Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki system nilai. Menurut C. Kluckhon
dalam karyanya Variations in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam
semua kebudayaan di dunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok
kehidupan manusia, yaitu:
1. hakekat hidup manusia (MH)
Hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara ekstern;p ada yang
berusaha untuk memadamkan hidup, ada pula yang dengan pola-pola kelakuan
tertentu menganggap hidup sebagai suatu hal yang baik, “mengisi hidup”
2. Hakekat karya manusia
Setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda, diantaranya ada yang beranggapan
bahwa karya bertujuan untuk hidup, karya memberiakn kedudukan dan kehormatan,
karya merupakan gerak hidup untuk menambah karya lagi.
3. Hakekat waktu manusia (WM)
Hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda ; ada yang berpandangan
mementingkan orientasi masa lampau, ada pula yang berpandangan masa kini ayau
masa yang akan dating.
4. Hakekat alam manusia (MA)
Ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam atau
memanfaatkan alam semaksimal mungkin, ada pulakebudayaan yang beranggapan
manusia harus harmmonis dengan alam dan manusia harus menyerah kepada alam
5. Hakekat hubungan manusia (MN)
Dalam hal ini ada yang mementingkan hubungan manusia dengan manusia, baik
secara horizontal (sesamanya) maupun secara vertical (orientasi kepada
tokoh-tokoh) ada pula yang berpandangan individualis (menilai tinggi kkuatan
sendiri)
H. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
Secara sederhan hubungan antar manusia dan kebudayaan adalah: manusia sebagai
perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakn obyek ang dilaksanakan manusia.
Tetapi apakah sesedrhana itu hubungan kduanya?
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal, maksudnya
bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu-kesatuan .
manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka
kebudayaan mengatur hidup manusi agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya
akhirnya merupakan satu-kesatuan.
Contoh sederhana yang dapat kita lihat adalah hubungan antara manisia dengan
peraturan-peratuaran kemasayarakatan . pada saat awalnya peraturan itu dibuat
oleh manusia. Setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus
patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan demikiandapat
disimpulkan bahwa manusia tidak dapt dilepaskan dari kbudayaan , karena
kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa ang tercakup
dalam suatu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari nkemauan manusia yang
membuatnya. .
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang
setara denagn hubungan antara manusia dengan mesayarakat dinyatakan sebagai
dialektis. Maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dielektis
initercipta melalui tiga tahap yaitu:
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan
mmembangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat menjadi kenatan
buatan manusia.
2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyrakat menjadi realitas objektif, yaitu
suatu kenaan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan
demikian masyarakat denagn segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan
membentuk perilaku manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masayarkatnya sendiri agar dia
dapat hidup dengan baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk ileh
masayarakat.
Apabila manusia melupakan masyarakatnya adalahb ciptaan manusia, dia akan
menjadi terasing atau tealinasi (Berger, dlam terjemahan M. Sastrapratedja,
1991; hal : xv)
Daftar pustaka
Reference:
Muchji, Achmad dan Widyo Nugroho, Seri Diklat Kuliah, MKDU: Ilmu Budaya Dasar, ebook
Gunadrma, Jakarta, 1996